Sumber: Royal Museums Greenwich,Wikipedia | Editor: Arif Budianto
KONTAN.CO.ID - Apakah Gerhana Matahari aman? Berikut penjelasan tentang dampak Gerhana Matahari dan apakah aman jika diamati secara langsung.
Gerhana Matahari mungkin menjadi salah satu fenomena astronomi yang dinantikan oleh pengamat langit.
Namun, sebelum memantau seperti apa penampakan fenomena langit ini, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui.
Seperti yang kita ketahui bersama, Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan, Matahari, dan Bumi sejajar sebagian atau seluruhnya, dan Matahari tertutupi secara keseluruhan atau sebagian oleh Bulan.
Kejadian ini akan membuat langit menjadi gelap seolah-olah seperti Malam hari. 
Baca Juga: Gerhana Matahari Cincin 2026: Bagaimana Prosesnya dan Kapan Akan Terjadi
Apa yang terjadi dengan penghuni Bumi, termasuk tumbuhan dan hewan yang bereaksi pada perubahan mendadak ini?
Melansir laman Michigan United Conservation Club (MUCC), situs ini menjelaskan bahwa sekelompok ilmuwan mempelajari efek pada tanaman pertanian dan zooplankton laut selama Gerhana Matahari pada 29 Maret 2006.
Mereka menemukan bahwa tanaman pertanian menurunkan laju fotosintesisnya dan zooplankton mulai menunjukkan perilaku malam hari (Economou dkk., 2008).
Sebuah hasil studi tentang semak belukar besar selama Gerhana Matahari tahun 2017 menemukan bahwa laju fotosintesisnya turun hingga mendekati tingkat gelap (Beverly dkk., 2019).
Hewan juga terpengaruh oleh Gerhana Matahari, seringkali menjadi bingung dan menunjukkan perilaku malam hari.
Studi lain membandingkan perilaku hewan di 17 spesies berbeda di Kebun Binatang Riverbanks di Columbia, Carolina Selatan.
Baca Juga: Fenomena Langit Februari 2026, Gerhana Matahari Cincin Terjadi pada Pertengahan Bulan
Mereka menemukan bahwa sekitar 75% spesies berbeda di kebun binatang mulai terlibat dalam perilaku malam hari, dan banyak di antaranya menunjukkan kecemasan (Heartstone-Rose dkk., 2020).
Terakhir, sebuah studi tentang perilaku terbang lebah mencari makan menunjukkan bahwa lebah berhenti selama gerhana total tetapi tidak terpengaruh selama gerhana total sebagian (Galen dkk., 2018).
Bagaimana dengan dampak yang lainnya? NASA melalui situs resminya (science.nasa.gov) menjelaskan dampak gerhana Matahari yang memengaruhi struktur dan dinamika ionosfer.
Mengutip Wikipedia, ionosfer adalah bagian atmosfer yang terionisasi oleh radiasi Matahari. Lapisan ini berperan penting bagi keelektrikan atmosfer dan membentuk batas dalam lapisan magnetosfer.
Fungsi utamanya adalah memengaruhi rambatan radio ke tempat-tempat yang jauh di muka Bumi.
NASA menjelaskan bahwa struktur dan dinamika ionosfer saat terjadinya Gerhana Matahari akan memengaruhi perambatan gelombang radio untuk komunikasi jarak jauh, mengganggu sinyal radio dan sistem navigasi GPS, hingga memengaruhi sistem komunikasi gelombang pendek dan satelit.
Gangguan tersebut bersifat sementara dan terbatas pada wilayah yang mengalami gerhana.
Ionosfer akan kembali ke keadaan normal setelah peristiwa gerhana berakhir, dan tingkat radiasi Matahari kembali normal.
Baca Juga: Jadwal Fase Bulan Februari 2026: Gerhana Matahari Cincin jadi Bagian Pertunjukan!
Lalu, bagaimana cara mengamati fenomena Gerhana Matahari ini dengan aman?
Melansir laman Royal Museum Greenwich (RMG), Anda dapat mengamati secara langsung dengan aman menggunakan kacamata Gerhana Matahari.
Kacamata tersebut harus asli, bukan kacamata 3D atau sejenisnya.
Adapun cara paling aman, dan mungkin lebih hemat, serta nyaman. Anda dapat menggunakan proyeksi lubang jarum.
Cara ini sangat aman karena tidak perlu melihat langsung ke Matahari, dan penampakannya dilihat bersama-sama oleh beberapa orang.
Tonton: Vortexa Sebut Minyak Rusia Masuk RI, Pertamina Bantah!
Selanjutnya: Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang di Semifinal Piala Asia 2026
Menarik Dibaca: Tanda WhatsApp Diblokir Pengguna Lain: Jangan Kaget Jika Panggilan Anda Gagal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













