kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%
IPTEK /

Blue Moon 31 Mei 2026: Jangan Lewatkan Fenomena Langit Langka Ini!


Minggu, 31 Mei 2026 / 09:30 WIB
Blue Moon 31 Mei 2026: Jangan Lewatkan Fenomena Langit Langka Ini!
ILUSTRASI. Blue Moon 31 Mei 2026: Jangan Lewatkan Fenomena Langit Langka Ini!

Sumber: BRIN | Editor: Arif Budianto

KONTAN.CO.ID - 31 Mei 2026 muncul fenomena Blue Moon, inilah penjelasan menurut BRIN dan kapan serta bagaimana cara melihatnya.

Bertepatan dengan Hari Raya Waisak yang jatuh pada hari Minggu, 31 Mei 2026, ada fenomena astronomi yang pada bulan ini terjadi dua kali.

Fenomena tersebut adalah Blue Moon. Mungkin sebagian orang bertanya-tanya apakah berhubungan dengan penampakan Bulan yang berwarna biru?

Jawabannya bukan. Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), melalui unggahan di akun media sosial resminya menjelaskan bahwa Blue Moon adalah sebutan untuk bulan purnama kedua yang muncul dalam satu bulan kalender.

Purnama pertama terjadi pada 1 Mei, sementara purnama kedua muncul pada 31 Mei 2026.

Baca Juga: Fenomena Blue Moon Mei 2026: Ini Waktu Terbaik untuk Menyaksikannya

Fenomena ini memang jarang terjadi, meskipun bukan yang sangat langka. Terjadinya dua kali purnama dalam kalender bulan ini rata-rata muncul sekitar 2 hingga 3 tahun sekali.

Meskipun namanya Blue Moon, bukan berarti penampakan Bulan akan berwarna biru. Saat fenomena itu terjadi, Bulan tetap terlihat putih kekuningan.

Nama Blue Moon adalah istilah untuk menyebut fenomena bulan purnama tambahan yang kemunculannya tidak terlalu sering.

Karena itulah, istilah Blue Moon kemudian sering dikaitkan dengan sesuatu yang jarang terjadi.

Bagi pengamat langit yang mungkin tidak ingin kehilangan momentum tersebut, puncak Blue Moon di Indonesia terjadi pada sore hari.

Baca Juga: Fenomena Langit Mei 2026: Ada Hujan Meteor Hingga Blue Moon!

Namun demikian, momen terbaik untuk menikmati kemunculan purnama tersebut tetap pada malam hari, ketika Bulan mulai terlihat jelas di langit timur.

Tidak sendirian, penampakan Bulan akan ditemani dengan Antares, bintang merah terang yang dikenal sebagai jantungnya rasi bintang Scorpio.

Jika Anda tertarik untuk melihat fenomena tersebut, Blue Moon dapat dilihat secara langsung menggunakan mata telanjang tanpa alat bantu khusus, seperti teleskop atau semacamnya.

Pengamatan akan lebih maksimal jika Anda berada di lokasi dengan langit terbuka. Apabila cuaca pada malam hari cerah, fenomena ini akan terlihat di seluruh wilayah Indonesia sepanjang malam.

Tonton: Daya Beli Lesu, Perputaran Ekonomi Kurban Melemah, Korporasi Tetap Gencar Berkurban

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×