Sumber: Time and Date,Time and Date | Editor: Arif Budianto
KONTAN.CO.ID - Ekuinoks Maret, inilah yang harus Anda ketahui tentang fenomena astronomi yang terjadi pada tanggal 20 Maret 2026.
Hari Raya Idul Fitri tahun ini bertepatan dengan fenomena yang dinamakan Ekuinoks Maret.
Melansir laman Time and Date, terdapat dua ekuinoks setiap tahun. Yang pertama terjadi pada bulan Maret, berikutnya terjadi pada bulan September.
Pada bulan Maret, Matahari akan melintasi khatulistiwa dari selatan ke utara.
Baca Juga: Bulan Maret jadi Waktu Terbaik Kemunculan Aruroa, inilah Penjelasannya
Inilah yang disebut dengan fenomena Ekuinoks Maret. Definisi ekuinoks Maret adalah momen ketika Matahari melintasi khatulistiwa langit, garis imajiner di langit di atas khatulistiwa Bumi, dari selatan ke utara.
Ini terjadi pada tanggal 19, 20, atau 21 Maret setiap tahun.
Mengapa Matahari bergerak ke utara dan selatan?
Baca Juga: Inilah Fase Bulan pada Maret 2026 dan Kapan Akan Terjadi
Selama setahun, titik subsolar, titik di permukaan Bumi yang berada tepat di bawah Matahari perlahan akan bergerak sepanjang sumbu utara-selatan.
Setelah mencapai titik paling selatan pada titik balik Matahari bulan Desember, ia mulai bergerak ke utara hingga melintasi khatulistiwa pada hari ekuinoks bulan Maret.
Titik balik Matahari bulan Juni menandai titik paling utara dari perjalanannya.
Titik subsolar bergerak ke utara dan selatan sepanjang tahun karena sumbu Bumi miring sekitar 23, 4 derajat tehradap ekliptika, bidang imajiner yang terbentuk oleh lintasan Bumi mengelilingi Matahari.
Pada bulan Juni, belahan Bumi utara miring ke arah Matahari, dan titik subsolar berada di utara khatulistiwa.
Saat Bumi bergerak menuju sisi berlawanan dari orbitnya, yang dicapainya pada bulan Desember, belahan Bumi selatan secara bertahap menerima lebih banyak sinar Matahari, dan titik subsolar bergerak ke selatan.
Baca Juga: Fenomena Astronomi Pekan ini (16-22 Maret 2026): Ekuinoks Maret & Penjelasannya
Fenomena ini disebut ekuinoks karena Bumi tegak lurus terhadap sinar Matahari, yang berarti bahwa semua wilayah di Bumi menerima jumlah jam sinar Matahari yang hampir sama.
Dengan kata lain, siang dan malam pada prinsipnya memiliki panjang yang sama di seluruh dunia.
Inilah alasan mengapa disebut dengan ekuinoks, karena ekuinoks sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti “malam yang sama”.
Tonton: Jakarta Panas Ekstrem! BMKG: Bisa Bertahan Sampai Lebaran
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













