Sumber: NASA,Wikipedia | Editor: Arif Budianto
KONTAN.CO.ID - Mengenal rotasi dan revolusi Bumi, apa hubungannya serta dampaknya.
Pembahasan kali ini berhubungan dengan astronomi, namun lebih berfokus pada planet yang kita huni, Bumi.
Seperti yang kita ketahui bersama, Bumi berputar pada porosnya yang disebut dengan rotasi, dan di saat yang sama, planet kita juga mengitari Matahari sebagai pusat Tata Surya.
Baca Juga: Mari Mengenal Fenomena Gerhana Bulan dan Jenisnya serta Penjelasan Masing-Masing
Melansir laman resmi NASA (science.nasa.gov), Rotasi merujuk pada gerakan berputar suatu objek di sekitar porosnya sendiri.
Sedangkan Revolusi merujuk pada gerakan orbit suatu objek mengelilingi objek lain.
Misalnya, Bumi berputar pada porosnya sendiri, menghasilkan hari yang durasinya 24 jam. Bumi berevolusi mengelilingi Matahari, menghasilkan tahun yang terdiri dari 365 hari, 6 jam, 8 menit.
Tambahan 6 jam 9 menit tersebut setara dengan sekitar satu hari ekstra setiap empat tahun, yang disebut dengan tahun kabisat. Tahun kabisat inilah yang membuat kalender di bulan Februari memiliki tanggal 29.
Keduanya saling berhubungan, rotasi merupakan pergerakan Bumi yang berputar pada porosnya selama 24 jam. Sedangkan revolusi menunjukkan bagaimana Bumi mengorbit mengelilingi Matahari yang membutuhkan waktu 365 hari. 
Baca Juga: Gerhana Bulan 2026: Tanggal dan Wilayah Mana yang Dapat Melihat Fenomena Tersebut?
Apa dampak rotasi dan revolusi Bumi?
Berkat rotasi Bumi, kita dapat merasakan siang dan malam. Mengutip laman Wikipedia, rotasi Bumi juga menyebabkan munculnya gaya semu (apparent force) Coriolis.
Gaya Coriolis inilah yang menyebabkan siklon tropis bergerak berlawanan arah jarum jam di Belahan Bumi Utara dan searah jarum jam di Belahan Bumi Selatan.
Selain itu, gaya Coriolis juga menyebabkan pembelokan arah angin pasat, hingga pembentukan gyre (sistem arus laut berskala besar yang berputar seperti pusaran raksasa) di samudra.
Baca Juga: Kapan Gerhana Matahari Terjadi 2026? Ini Penjelasan dan Tanggal Terjadinya
Bagaimana dengan dampak dari revolusi Bumi?
Revolusi Bumi menjadi faktor utama adanya perbedaan musim antara kedua belahan Bumi sepanjang tahun.
Perbedaan musim tersebut disebabkan oleh penerimaan radiasi Matahari yang tidak merata dan bervariasi.
Wilayah yang menerima lebih banyak radiasi akan mengalami musim panas serta wilayah yang menerima lebih sedikit akan mengalami musim dingin.
Perbedaan musim juga dapat menginisiasi pergerakan atmosfer skala besar, seperti monsun yang memengaruhi sepertiga populasi manusia Bumi.
Demikian pembahasan terkait rotasi dan revolusi Bumi, apa hubungannya serta dampaknya.
Tonton: Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Terkikis (17 Januari 2026)
Selanjutnya: Ada Can This Love Be Translated, Cek 10 Serial Netflix Teratas Hari Ini
Menarik Dibaca: Wajib Tahu! Ini 6 Ikan untuk Ibu Hamil yang Rendah Merkuri Aman Bagi Janin
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
