Sumber: Star Walk,Wikipedia | Editor: Arif Budianto
KONTAN.CO.ID - Mengenal cahaya zodiak, disebut juga dengan fajar semu, inilah penjelasan yang dapat Anda ketahui.
Selain Bulan dan Bintang, ada pemandangan di atas langit yang gelap, dan menarik untuk diikuti.
Fenomena ini disebut dengan zodiacal light atau cahaya zodiak. Di Indonesia fenomena ini dikenal dengan sebutan fajar palsu atau fajar semu.
Seperti apa fenomena ini?
Baca Juga: Momen Astronomi: Jangan Lewatkan 3 Fenomena Langit Akhir Bulan Februari 2026
Mengutip laman Wikipedia, cahaya zodiak adalah cahaya putih yang terlihat samar, menyebar, dan berbentuk segitiga di langit malam dan tampak memanjang dari arah Matahari di sepanjang bidang ekliptika zodiak.
Mungkin terdengar asing, sadar atau tidak, Anda mungkin pernah melihat fenomena ini.
Mengutip sumber lainnya, Starwalk Space menjelaskan bahwa Anda dapat membedakan cahaya zodiak dari senja yang sebenarnya karena tidak memiliki warna kemerahan, warna merah muda adalah efek atmosfer Bumi, tetapi cahaya zodiak berasal dari luar atmosfer Bumi.
Cahaya zodiak terjadi ketika sinar Matahari memantul dari butiran debu antarplanet yang terkonsentrasi di dekat bidang Tata Surya.
Butiran-butiran ini membentuk struktur pipih yang disebut dengan awan zodiak, yang membentang dari wilayah dekat Matahari ke luar melampaui orbit Bumi.
Baca Juga: Gerhana Matahari Cincin & Sebagian 2026 Bisa Diamati dari Mana? Ini Penjelasannya
Dari mana butiran debu ini berasal? Para ilmuwan telah lama berasumsi bahwa debu angkasa yang menyebabkan cahaya zodiak dihasilkan oleh asteroid dan komet.
Namun, perkembangan penelitian yang baru menghasilkan petunjuk bahwa salah satu sumber utama debu kosmik ini mungkin adalah badai debu di Mars.
Kapan bisa mengamati fenomena ini?
Masih dari sumber yang sama, cahaya zodiak adalah fajar palsu sekaligus senja palsu, dan hanya terjadi pada waktu yang berbeda dalam setahun.
Baca Juga: Seberapa Sering Gerhana Matahari Terjadi dan Berapa Lama Durasinya? Ini Penjelasannya
Pada musim semi, di kedua belahan Bumi, cahaya zodiak terjadi tepat setelah senja yang sebenarnya, sehingga disebut “senja palsu.”
Sedangkan pada musim gugur, cahaya zodiak terjadi tepat sebelum fajar yang sebenarnya, dan dikenal sebagai “fajar palsu.”
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini adalah saat sebelum fajar dan setelah senja.
Tonton: Resmi! Tukar Uang Baru BI 2026 Wilayah Jawa Dibuka, Cek Cara Daftarnya di PINTAR BI
Selanjutnya: Waktu Imsak Palembang Rabu, 25 Februari 2026: Kunci Sahur Berkah Keluarga
Menarik Dibaca: Puasa Rentan Emosi, Daftar Makanan Ini Bisa Menyelamatkan Mood Anda
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)