Sumber: National Geographic,National Geographic | Editor: Arif Budianto
KONTAN.CO.ID - Fenomena astronomi Februari 2026. Akan ada apa saja? Parade planet, penampakan Bulan sabit, dan pusat Galaksi Bima Sakti yang memancar terang di langit.
Menutup bulan Februari 2026, pengamat langit masih bisa menyaksikan beberapa fenomena astronomi.
Bagi Anda yang mungkin ingin mengabadikan fenomena di atas langit, jangan sampai terlewat momen ini.
Melansir laman National Geographic, setidaknya ada 3 fenomena astronomi yang akan berlangsung di akhir bulan ini.
Berikut ini adalah penjelasan masing-masing dan waktu terjadinya.
Baca Juga: Seberapa Sering Gerhana Matahari Terjadi dan Berapa Lama Durasinya? Ini Penjelasannya
Kemunculan Bulan Sabit di gugusan bintang Pleiades (23 Februari 2026)
Bulan sabit akan semakin membesar dan gugusan bintang Pleiades yang berkilauan bergerak berdekatan di langit malam pada tanggal 23 Februari 2026.
Jika Anda ingin memantau fenomena langit ini, carilah di langit arah barat daya setelah Matahari terbenam.
Baca Juga: Mengapa Komet Memiliki Ekor dan Bercahaya? Ini Penjelasan yang Harus Anda Ketahui
Parade Planet (Akhir Februari 2026)
Akhir bulan ini menghadirkan deretan panjang enam planet yang terlihat di langit malam.
Parade planet berlangsung hampir sepanjang akhir bulan ini, mulai sekitar tanggal 20 Februari hingga awal Maret.
Pertunjukan spektakuler di atas langit ini menampilkan planet Venus, Merkurius, dan Saturnus yang bersamaan di atas cakrawala barat, terbenam dalam waktu satu jam setelah Matahari terbenam.
Sedangkan Neptunus akan bergerak dekat dengan Saturnus. Untuk mengamati kedua planet ini membutuhkan teleskop.
Sementara itu, Jupiter akan berada di sekitar setengah jalan di langit timur, dengan Uranus tinggi di selatan dekat gugus bintang Pleiades.
Selain Saturnus dan Neptunus, untuk mengamati Uranus juga membutuhkan teleskop.
Baca Juga: Fenomena Gerhana Matahari 2026: Kapan dan Di Mana Bisa Mengamati Fenomena Tersebut?
Inti Galaksi Bima Sakti (Akhir Februari 2026)
Pusat Galaksi Bima Sakti yang terang dan padat tidak terlihat sepanjang tahun dari daratan Amerika Utara, karena sebagian musim dingin tersembunyi di bawah cakrawala.
Namun, hal itu berubah pada akhir Februari, ketika inti galaksi mulai muncul di langit Amerika Serikat bagian selatan.
Pada bulan ini, inti Galaksi Bima Sakti muncul tepat di atas cakrawala tenggara selama waktu sebelum fajar, beberapa jam sebelum Matahari terbit.
Visibilitas meningkat secara bertahap pada bulan Maret dan seterusnya seiring inti galaksi naik lebih tinggi dan tetap terlihat untuk jangka waktu yang lebih lama di malam hari.
Tonton: Harga Emas Antam Kembali Naik Hari ini (23 Februari 2026)
Selanjutnya: Kembangkan Proyek Panas Bumi, Anak Usaha BREN Gandeng SLB
Menarik Dibaca: Promo Payday Starbucks & Chatime Tebar Diskon Spesial hingga Bundling Hemat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)