Sumber: Sky at Night Magazine | Editor: Arif Budianto
KONTAN.CO.ID - Usai Supermoon pada awal Januari 2026, apakah masih ada penampakan Bulan serupa sepanjang tahun ini?
Supermoon telah menampakkan diri pada awal tahun 2026. Namun, bukan berarti pertunjukan Bulan yang terlihat lebih terang dan bersinar ini muncul hanya sekali.
Melansir laman Sky at Night Magazine, Supermoon di tahun 2026 terjadi tiga kali pada bulan Januari, November, dan Desember.
Baca Juga: Jadwal Fase Bulan Januari 2026: Amati Supermoon Awal Tahun
Masih dari sumber yang sama, Supermoon digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan kondisi ketika Bulan Purnama dan berada pada titik terdekat atau mendekati titik terdekat dalam orbitnya ke Bumi.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Bulan yang muncul di langit Bumi akan terlihat lebih terang dan lebih besar dari Purnama yang muncul biasanya.
Lalu, kapan kita bisa melihat Supermoon lagi usai Januari 2026? Berikut jadwal Supermoon di tahun 2026. 
Baca Juga: Inilah Fenomena Astronomi yang Berhubungan dengan Bulan Sepanjang Tahun 2026
Jadwal Supermoon Tahun 2026:
- Supermoon (Wolf Moon) - 3 Januari 2026
- Supermoon (Beaver Moon) - 24 November 2026
- Supermoon (Cold Moon) - 24 Desember 2026
Seperti yang dapat Anda simak di atas, Supermoon yang muncul di tahun ini bertepatan dengan kemunculan Purnama yang disebut sebagai Beaver Moon, pada 24 November, dan Cold Moon pada 24 Desember.
Julukan Beaver Moon diambil dari aktivitas berang-berang di sekitar November yang mulai membangun bendungan dan menimbun makanan sebelum musim dingin.
Sedangkan istilah Cold Moon merupakan kemunculan Bulan Purnama yang menandai puncak musim dingin.
Baca Juga: Fenomena Astronomi Pekan ini ada Oposisi Jupiter, Apa itu? Berikut Penjelasannya
Mengutip laman Wikipedia, terkadang penampakan Bulan Purnama ini dihubungkan dengan bencana alam, seperti gempa bumi, gunung meletus, dan lain-lain.
Yang sebenarnya terjadi adalah waktunya yang kebetulan hampir berdekatan dengan terjadinya suatu bencana alam tertentu.
Supermoon tidak cukup kuat untuk memengaruhi permukaan tanah ataupun gunung berapi di Bumi.
Pengaruh dari fenomena ini hanyalah naiknya permukaan laut sekitar beberapa inci di beberapa daerah.
Tonton: PBB: Serangan AS ke Venezuela Langgar Hukum Internasional
Selanjutnya: BNI Catatkan Kontribusi Penjualan SBN lebih Rp10 Triliun pada 2025
Menarik Dibaca: 5 Olahraga untuk Mengencangkan Payudara Kendur, Bisa Dilakukan di Rumah!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













