Sumber: Time and Date,Time and Date | Editor: Arif Budianto
KONTAN.CO.ID - Daftar penampakan Bulan di tahun 2026. Diawali dengan Supermoon pada awal bulan Januari 2026, kemudian ada Blood Moon, dan fenomena menarik lainnya yang berhubungan dengan Bulan sepanjang tahun.
Sadar atau tidak, penampakan Bulan yang biasanya muncul pada malam hari tidak selalu sama.
Dalam satu tahun ke depan, kita akan melihat penampakan Bulan yang bervariasi. Termasuk Blood Moon, Gerhana Bulan, Blue Moon, bahkan ada penampakan Bulan yang terlihat lebih besar atau mungkin lebih kecil.
Mengutip laman Timeanddate, situs tersebut menjabarkan fenomena astronomi yang berhubungan dengan Bulan sepanjang tahun 2026 dalam panduan Bulan pada tahun 2026.
Berikut ini adalah daftar fenomena tersebut dan tanggal waktu munculnya. 
Baca Juga: Fenomena Astronomi Pekan ini ada Oposisi Jupiter, Apa itu? Berikut Penjelasannya
Blood Moon (2-3 Maret 2026)
Gerhana Bulan akan terjadi pada tanggal 2-3 Maret 2026. Bulan akan melewati bagian dalam bayangan Bumi yang gelap di angkasa.
Saat gerhana total, Bulan akan berubah warna seperti merah darah. Inilah yang membuat Bulan mendapatkan julukan Blood Moon yang artinya Merah Darah.
Gerhana Bulan Total akan berlangsung selama 58 menit.
Fenomena ini akan terlihat dari berbagai wilayah, termasuk Amerika Utara dan Selatan, Pasifik, Australia, Selandia Baru, dan bagian timur Asia.
Gerhana Matahari (12 Agustus 2026)
Gerhana Matahari pada dasarnya masih berhubungan dengan Bulan. Fenomena ini melibatkan Bulan yang posisinya terletak di antara Bumi dan Matahari.
Pada tanggal 12 Agustus, Gerhana Matahari Total akan terlihat di wilayah Eropa, termasuk Greenland, Rusia, Islandia, dan sebagian Spanyol.
Gerhana Matahari total akan berlangsung paling lama sekitar 2 menit.
Baca Juga: Mengenal Wolf Moon dan Penampakan Perdana Supermoon di Awal Tahun 2026
Blue Moon (Mei 2026)
Tahun 2026 akan menjadi tahun yang menarik bagi orang yang ingin mengamati Bulan.
Jika setiap tahun Bulan Purnama terjadi setidaknya 12 kali, tahun 2026 ini memiliki 13 Bulan Purnama.
Dengan kata lain, pada bulan tertentu akan terjadi dua kali Bulan Purnama. Dalam konteks ini, Bulan Purnama yang kedua dikenal dengan Blue Moon atau Bulan Biru.
Kemunculan dua Bulan Purnama dalam satu bulan kalender yang sama terjadi setiap 2 setengah tahun atau lebih.
Bulan Purnama Terbesar dan Terkecil 2026
Orbit Bulan mengelilingi Bumi tidak berbentuk lingkaran sempurna. Orbitnya sedikit pipih, dengan Bumi sedikit tidak berada di tengah.
Para matematikawan menyebutnya sebagai elips.
Bentuk pasti orbit elips Bulan mengalami perubahan halus dari satu bulan ke bulan berikutnya.
Akibatnya, tidak ada penampakan Bulan Purnama yang benar-benar sama.
Bulan Purnama yang posisinya dekat dengan Bumi akan terlihat lebih besar di langit, sebaliknya jika posisinya lebih jauh maka akan terlihat lebih kecil.
Baca Juga: Jadwal Fase Bulan Januari 2026: Amati Supermoon Awal Tahun
Berikut ini adalah penampakan Bulan Purnama sepanjang tahun 2026:
- Bulan Purnama Terbesar (24 Desember 2026)
- Bulan Purnama Terkecil (31 Mei 2026)
- Jangka waktu terlama antara Bulan Purnama (1-31 Mei 2026)
- Jangka waktu terpendek antara Bulan Purnama (24 November-24 Desember 2026)
- Bulan Purnama yang Paling Terang (3 Maret 2026)
- Bulan Purnama Paling Redup (31 Maret 2026)
Itulah fenomena astronomi yang berhubungan dengan Bulan sepanjang tahun 2026. Kira-kira penampakan Bulan seperti apa yang Anda nantikan sepanjang tahun 2026 ini?
Tonton: RI Jadi Negara Paling Bahagia, Prabowo: Saya Terharu, Sebagian Besar Hidup Sangat Sederhana
Selanjutnya: Metland Luncurkan Ruko Americano di Metland Menteng, Harga Mulai Rp 4 Miliar
Menarik Dibaca: Wanita Wajib Tahu! Ini 5 Makanan yang Sering Menyebabkan Kista
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












