Sumber: BMKG | Editor: Arif Budianto
KONTAN.CO.ID - Apa itu El Nino dan La Nina? Inilah penjelasan tentang anomali iklim global tersebut.
Mendengar El Nino dan La Nina, sebagian orang mungkin tidak asing dengan kedua istilah tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum lama ini juga mengabarkan bahwa musim kemarau tahun 2026 di Indonesia akan datang lebih awal dibandingkan rerata klimatologinya.
Hal itu disebabkan karena berakhirnya La Nina lemah pada Februari 2026. Saat ini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Nino pada pertengahan tahun.
Kira-kira apa itu El Nino dan La Nina serta bagaimana penjelasannya? Berikut penjelasan anomali iklim tersebut menurut BMKG.
Baca Juga: Inilah Fase Bulan pada Maret 2026 dan Kapan Akan Terjadi
Pengertian El Nino
Melansir laman BMKG, El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut (SPL) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang melebihi suhu normal.
Kondisi ini menyebabkan perubahan pola angin dan curah hujan di berbagai belahan dunia.
Apa dampaknya?Keberadaan El Nino dapat mengurangi curah hujan, menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan kering, serta meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan.
Baca Juga: Fenomena Astronomi Maret 2026: Pekan ini Bulan Memasuki Fase Third Quarter
Pengertian La Nina
La Nina merupakan kebalikan dari El Nino, di mana terjadi pendinginan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.
Fenomena ini menyebabkan peningkatan curah hujan di beberapa wilayah, termasuk Indonesia.
Bagaimana dengan dampaknya? La Nina dapat meningkatkan curah hujan secara signifikan, berpotensi menyebabkan banjir dan tanah longsor, dan memperpanjang musim hujan.
Itulah pembahasan singkat tentang El Nino dan La Nina, semoga bermanfaat serta menambah wawasan.
Tonton: Menkeu Bantah Ekonomi RI Melemah! Purbaya: Kita Tidak Resesi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













