Sumber: Observatorium Bosscha ITB | Editor: Arif Budianto
KONTAN.CO.ID - Inilah yang harus Anda ketahui tentang fenomena okultasi. Dalam waktu dekat akan ada asteroid yang diprediksi melintasi wilayah Indonesia, berikut pembahasannya.
Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung menginisiasi sebuah program kampanye nasional pengamatan fenomena langit langka menyambut fenomena okultasi asteroid (1201) Strenua.
Pengamatan ini berlangsung pada 26 April 2026 serta melibatkan 44 titik pengamatan dari 34 institusi, komunitas, dan kontributor individu di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Link Your Name In Landsat NASA, Ini Penjelasan dan Panduan Cara Menggunakannya
Melansir laman resmi Observatorium Bosscha, okultasi adalah peristiwa tertutupnya suatu benda langit oleh benda langit lain.
Berbeda dengan gerhana yang ukuran benda langit yang menutupi hampir sama, ketika okultasi, ukuran tampak benda yang menutupi lebih besar daripada yang ditutupi.
Fenomena okultasi yang akan melintasi wilayah Indonesia ini melibatkan asteroid dan bintang.
Baca Juga: Fenomena Hujan Meteor Lyrid Mencapai Puncaknya 21-22 April 2026, ini Penjelasannya
Okultasi ini terjadi ketika asteroid (1201) Strenua melintas di depan bintang HIP 35933 (HD58050) dan menutupi cahayanya selama beberapa detik.
Masih dari sumber yang sama, asteroid (1201) Strenua diketahui sebagai asteroid sabuk utama yang mengorbit Matahari di antara Mars dan Jupiter.
Studi sebelumnya menunjukkan bahwa asteroid ini memiliki ukuran puluhan kilometer dan merupakan objek yang relatif redup, sehingga pengamatan melalui metode okultasi menjadi salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan akurasi data mengenai bentuk dan dimensinya.
Itulah pembahasan singkat tentang fenomena okultasi yang dalam waktu dekat dapat diamati di wilayah Indonesia. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan.
Tonton: Harga Emas Antam Tersenyum Hari ini (25 April 2026)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













