Sumber: Time and Date,Time and Date,BMKG | Editor: Arif Budianto
KONTAN.CO.ID - Fase bulan Mei 2026 akan terjadi Purnama dua kali, inilah penjelasan yang harus Anda ketahui.
Salah satu fenomena langit yang tidak pernah absen di setiap bulannya adalah penampakan Bulan.
Seperti yang kita ketahui bersama, Bulan akan menampakan dirinya di langit malam saat memasuki fase-fase tertentu.
Baca Juga: Fenomena Langit Mei 2026: Ada Hujan Meteor Hingga Blue Moon!
Terkadang kita melihat Bulan dalam wujud yang bulat dan terang, tetapi tidak jarang hanya muncul sebagian atau mungkin berbentuk sabit. Kemunculan Bulan yang bervariasi ini mengikuti fasenya.
Pada Mei 2026 ini ada hal menarik berkaitan dengan kemunculan Purnama yang terjadi dua kali dalam sebulan.
Yang pertama terjadi di awal Mei, sedangkan kemunculan purnama kedua kalinya di akhir bulan.
Inilah yang disebut dengan istilah Blue Moon. Blue Moon bukan berarti berwarna biru, bahkan terkadang Bulan purnama yang muncul terlihat pucat kemerah-merahan.
Bulan biru didefinisikan sebagai fenomena munculnya Bulan purnama yang terjadi dalam satu bulan yang sama.
Merangkum dari laman Timeanddate dan BMKG, berikut ini adalah fase Bulan pada Mei 2026 dan kapan terjadinya.
Baca Juga: Inilah Penjelasan Tentang Debris dan Mengapa Bisa Sampai ke Bumi
Full Moon (Bulan Purnama)
Bulan purnama pertama di Mei 2026 terjadi tepat pada tanggal 1. Pada fase ini Bulan terlihat cerah seperti lingkaran penuh.
Fase ini terjadi pada hari ke-14 ketika Bulan berada pada posisi 180 derajat yang membuat Bulan berada pada sisi yang berlawanan.
Inilah yang membuat Bulan terlihat terang akibat cahaya Matahari yang terpantul ke Bulan sepenuhnya.
Third Quarter (Kuartal Ketiga)
Pada fase ini penampakan Bulan terlihat setengah bagian. Fase ini terjadi pada tanggal 10 Mei 2026 ketika Bulan berada pada posisi 270 derajat.
Penampakannya sebenarnya mirip seperti memasuki fase kuartal pertama, namun bagian yang gelap dan terangnya dibalik.
New Moon (Bulan Baru)
Fase ini terjadi pada hari pertama, ketika Bulan berada pada posisi 0 derajat. Bulan tidak menerima cahaya dari Matahari sama sekali sehingga membuat penampakannya cenderung sulit diamati dari Bumi.
Fase ini terjadi pada tanggal 17 Mei 2026 mendatang.
First Quarter (Kuartal Pertama)
Fase kuartal pertama terjadi pada tanggal 23 Mei 2026 saat Bulan berada pada posisi 90 derajat.
Penampakan Bulan terlihat berbentuk setengah lingkaran, sebagian cerah dan sebagian gelap.
Full Moon (Bulan Purnama)
Purnama ke-2 yang disebut dengan Blue Moon ini kembali terjadi pada akhir Mei 2026.
Tepatnya pada tanggal 31 Mei 2026, pengamat langit bisa memantau indahnya Bulan yang muncul secara penuh. Purnama ini bisa diamati di wilayah Indonesia mulai pukul 15.45 WIB.
Tonton: Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Awal 2026! Lampaui Prediksi, Tapi Ada Sinyal Waspada?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













