Sumber: Observatorium Bosscha ITB,National Geographic,Nati | Editor: Arif Budianto
KONTAN.CO.ID - Fenomena astronomi Februari 2026 yang akan terjadi pada pekan ini. Gerhana Matahari akan terlihat di beberapa wilayah hingga konjungsi Bulan-Merkurius, dan Merkurius yang akan mencapai elongasi terbaiknya.
Dua pekan terakhir sebelum Februari berakhir, pengamat langit dapat memantau beberapa fenomena yang menarik.
Seperti yang dilansir dari laman National Geographic, awal pekan akan dimulai dengan fenomena Gerhana Matahari.
Baca Juga: Mengapa Pluto Bukan Planet? Inilah Penjelasan yang Harus Anda Ketahui
Gerhana Matahari Cincin akan terjadi pada tanggal 17 Februari 2026 di beberapa wilayah.
Mengutip Wikipedia, fenomena Gerhana Matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga terlihat menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari di langit Bumi.
Berbicara tentang Gerhana Matahari yang akan terjadi dalam waktu dekat, wilayah Bumi Belahan Selatan dapat memantau fenomena Gerhana Matahari Cincin.
Menurut laman Observatorium Bosscha, Institut Teknologi Bandung (ITB), Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Bulan berada pada apogee (terjauh) sehingga membuat ukuran piringan Bulan menjadi lebih kecil dibanding ukuran piringan Matahari ketika dilihat dari Bumi.
Hal ini menjadikan piringan Bulan tidak dapat menutupi piringan Matahari sepenuhnya dan menyebabkan Matahari terlihat sebagai “cincin” saat mencapai fase maksimum Gerhana.
Fenomena ini dapat diamati di Antartika dan Samudra Hindia bagian selatan. 
Sementara itu, pengamat di bagian paling selatan Belahan Bumi Selatan, termasuk Argentina, Chili, Botswana, dan sebagian besar wilayah di wilayah Afrika bagian selatan dapat mengamati Gerhana Bulan Sebagian.
Usai Gerhana Matahari, fenomena selanjutnya adalah konjungsi Bulan-Merkurius.
Baca Juga: Mengapa Komet Memiliki Ekor dan Bercahaya? Ini Penjelasan yang Harus Anda Ketahui
Sehari setelah Bulan melewati fase New Moon atau Bulan Baru, pada 18 Februari 2026 Merkurius akan terlihat setelah Matahari terbenam.
Konjungsi sendiri merupakan peristiwa yang terjadi saat jarak sudut (elongasi) suatu benda dengan benda lainnya sama dengan nol derajat, biasanya ketika diamati dari Bumi.
Fenomena ini memungkinkan pengamat langit dapat melihat Merkurius dan Bulan yang akan menampakkan diri dekat dengan garis cakrawala sekitar satu atau dua jam setelah senja.
Bulan Sabit dan planet Merkurius dapat diamati menggunakan teropong.
Fenomena astronomi penutup pada pekan ini adalah elongasi timur terbesar planet Merkurius.
Masih berhubungan dengan Merkurius, planet ini akan mencapai elongasi timur terbesarnya pada tanggal 19 Februari 2026.
Baca Juga: Benda Langit yang dapat Menghasilkan Cahaya adalah Bintang, ini Penjelasannya
Saat itulah planet ini akan bergerak lebih cepat ketika berada pada titik terjauhnya dari Matahari.
Ini menjadi momen terbaik untuk mengamati Merkurius yang mendekat di atas cakrawala barat setelah Matahari terbenam.
Masih di tanggal yang sama, Bulan Sabit yang hampir tak terlihat akan melintas di samping Saturnus pada malam hari.
Kedua benda langit ini akan berdampingan di atas cakrawala barat selama sekitar dua jam setelah Matahari terbenam.
Tonton: Rasio Utang Bisa Tembus 42% dari PDB, Bila Pendapatan Negara Tak Capai Target
Selanjutnya: Skandal Jeffrey Epstein Seret Bos DP World, Sultan Ahmed Bin Sulayem Undur Diri
Menarik Dibaca: Promo The Body Shop Spesial Imlek, Lip Tint-Primer Diskon hingga 50%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)