kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.198   -122,89   -1,48%
  • KOMPAS100 1.133   -16,01   -1,39%
  • LQ45 807   -5,13   -0,63%
  • ISSI 295   -10,10   -3,31%
  • IDX30 419   1,10   0,26%
  • IDXHIDIV20 498   4,16   0,84%
  • IDX80 125   -1,64   -1,29%
  • IDXV30 136   -2,11   -1,53%
  • IDXQ30 135   0,57   0,43%
IPTEK /

Rekor Suhu Laut Terdingin Bumi Terungkap dan Kehidupan di Zaman Es


Kamis, 29 Januari 2026 / 14:13 WIB
Rekor Suhu Laut Terdingin Bumi Terungkap dan Kehidupan di Zaman Es
ILUSTRASI. Rekor Suhu Laut Terdingin Bumi Terungkap dan Kehidupan di Zaman Es

Sumber: National Geographic,National Geographic | Editor: Arif Budianto

KONTAN.CO.ID - Ilmuwan mengungkapkan rekor suhu laut terdingin yang pernah ada dalam sejarah Bumi dan bagaimana kehidupan masih bisa bertahan.

Kita tahu bahwa Bumi pernah mengalami zaman es yang panjang ratusan, bahkan miliaran tahun yang lalu. 

Melansir laman National Geographic, sekitar 700 juta tahun yang lalu, Bumi terkubur dalam lapisan es setebal ratusan kaki, di mana kondisi beku ini oleh para ilmuwan disebut sebagai “Snowball Earth” atau Bumi Bola Salju.

Lautan mendingin, akan tetapi berhasil mempertahankan sebagian panas untuk menghindari pembekuan.

Menariknya, ada sebuah fakta yang terungkap dibalik peristiwa yang telah 700 juta tahun lalu.

Baca Juga: Nama Lain Bintang Berekor Adalah Komet, Ini Penjelasan yang Harus Anda Ketahui

TEMPAT WISATA TEREKSTRIM - Antartika

Para peneliti memiliki perkiraan yang dipublikasikan di Nature Communications tentang seberapa dingin dan asinnya lautan selama periode yang dikenal dengan zaman es Cryogenian ini.

Ilmuwan yang terlibat dalam penelitian ini menganalisis data dari endapan batuan. Mereka memperkirakan bahwa suhu laut adalah minus 15 derajat Celcius, sekitar 12 derajat lebih dingin daripada suhu laut terdingin saat ini.

Studi ini juga mencatat bahwa salinitas (tingkat kandungan garam air laut) empat kali lebih tinggi, memungkinkan laut menjadi sangat dingin tanpa membeku.

Perkiraan ini menunjukkan bahwa semua mikroba, fitoplankton, alga, dan spons yang hidup di Bumi selama waktu itu mengalami kondisi yang jauh lebih ekstrim dari dugaan para ilmuwan.

“Angka suhu dan salinitas baru ini meningkatkan standar tekanan lingkungan,” kata salah satu penulis studi tersebut, ahli geologi Ross Mitchell dari Chinese Academy of Science di Beijing.

Baca Juga: Langit Akhir Januari: Jangan Lewatkan Konjungsi Bulan-Jupiter!

Penelitian ini bermula ketika salah satu penulis studi lainnya, ahli geologi Paul Hoffman dari Victoria University di British Columbia, bertanya-tanya apakah suhu lautan Bumi Bola Salju dapat menjelaskan anomali dalam data yang sebelumnya dikumpulkan dari lapisan besi yang diendapkan pada batuan di dasar laut.

Lapisan karat yang terbentuk di lautan tiba-tiba menerima gelombang oksigen yang bereaksi dengan zat besi terlarut yang telah terakumulasi di dalam air.

Menurut penelitian yang dipimpin oleh salah satu penulis studi lainnya, ahli geologi Maxwell Lechte dari Melbourne University, endapan tersebut terletak di dekat garis pantai kuno tempat gletser bertemu dengan air laut dan air lelehan yang kaya oksigen di bawah es, kemudian meresap ke dalam samudra.

Namun, endapan selama periode Bumi Bola Salju memiliki partikel besi yang jauh lebih berat daripada lapisan besi yang diendapkan pada batuan sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu.

Hoffman kemudian bertanya-tanya, apakah suhu yang ada di lautan Bumi Bola Salju menyebabkan endapan ini?

Mitchell kemudian bekerja sama dengan penulis utama dari studi tersebut, ahli geokimia Kai Lu dan Lainjun Feng, yang juga berasal dari akademi yang sama.

Mereka menghitung suhu laut yang dapat menjelaskan kelebihan partikel karat yang lebih besar, suhu yang sangat dingin mencapai 5 derajat Fahrenheit (-15 derajat Celcius).

Tim yang melakukan penelitian itu juga mempertimbangkan kemungkinan bahwa anomali tersebut disebabkan oleh partikel besi yang lebih berat yang terdapat di lautan Snowball akibat erosi gletser di daratan atau lubang hidrotermal, tetapi analisis mereka menunjukkan bahwa hal ini tidak mungkin terjadi.

Baca Juga: Ternyata Ini Urutan Planet Dengan Satelit Alami Terbanyak! Saturnus Mengungguli

Mereka juga menghitung bahwa lautan yang berdekatan dengan tepi es pasti empat kali lebih asin cukup untuk menurunkan suhu air tanpa harus membuatnya beku.

Masih berkaitan dengan air laut yang dingin dan kandungan garamnya, kira-kira bagaimana kehidupan bisa bertahan di periode ini?

Salah satu teori yang menyatakan bahwa kehidupan lebih beradaptasi dengan kondisi ekstrem berupa oksigen terbatas dan sedikit atau tanpa cahaya, atau bahwa kehidupan bertahan di lubang hidrotermal di mana ia dapat menghasilkan makanan dari bahan kimia lain.

Teori lain menyatakan bahwa kehidupan dapat bertahan di kolam air lelehan di atas es, seperti sianobakteri dan alga yang saat ini hidup di Lapisan Es McMurdo di Antartika.

“Kondisi permukaan ini memungkinkan beragam bentuk kehidupan untuk bertahan dan terus berevolusi sepanjang periode glasial,” kata ahli geokimia Fatima Husain dari Massachusetts Institute of Technology, yang tidak terlibat dalam penelitian ini tetapi memimpin penelitian tentang topik ini tahun lalu.

Kemungkinan lain mengapa organisme tersebut bertahan hidup atau berpindah ke tepi es untuk mendapatkan oksigen dalam air lelehan di dasar es.

Namun, mereka harus menghadapi kondisi ekstrem yang diprediksi oleh penelitian baru ini. Hal ini memperkuat bahwa ini adalah bakteri yang ditemukan hidup di air asin dingin serupa di bawah es di Danau Vida, Antartika.

“Kita terus mempelajari lebih banyak tentang betapa ekstremnya periode Cryogenian,” kata Husain, “dan itu membuat kelangsungan hidup dan keanekaragaman yang dramatis setelahnya menjadi semakin menakjubkan,” tambahnya.

Tonton: Saat IHSG Trading Halt, Prajogo Pangestu Serok 90 Miliar Saham Petrindo Jaya (CUAN)

Selanjutnya: Rekomendasi 8 HP OPPO 5G Terbaik di 2026: Harga Mulai Rp 2,9 Juta

Menarik Dibaca: Katalog Promo JSM Alfamidi Spesial Gajian Periode 29 Januari-1 Februari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

×