kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.010   19,00   0,11%
  • IDX 7.086   -11,53   -0,16%
  • KOMPAS100 977   0,66   0,07%
  • LQ45 718   -0,60   -0,08%
  • ISSI 252   1,99   0,80%
  • IDX30 389   -1,91   -0,49%
  • IDXHIDIV20 490   1,05   0,21%
  • IDX80 110   0,32   0,29%
  • IDXV30 136   1,52   1,13%
  • IDXQ30 127   -0,61   -0,48%
IPTEK /

Fenomena Astronomi April 2026 dan Kapan Terjadinya, ada Pink Moon hingga Hujan Meteor


Senin, 30 Maret 2026 / 12:20 WIB
Fenomena Astronomi April 2026 dan Kapan Terjadinya, ada Pink Moon hingga Hujan Meteor
ILUSTRASI. Gambar Hanya Ilustrasi: Fenomena Astronomi April 2026 dan Kapan Terjadinya, ada Pink Moon hingga Hujan Meteor

Sumber: Time and Date,Time and Date | Editor: Arif Budianto

KONTAN.CO.ID - Fenomena astronomi April 2026, dari Pink Moon hingga hujan meteor Lyrid. Kira-kira kapan bisa mengamati fenomena tersebut? Berikut informasi lengkapnya.

Langit pada bulan April 2026 akan dihiasi dengan beberapa fenomena astronomi yang menarik.

Awal bulan ini satelit alam Bumi akan memasuki fase Full Moon atau Purnama.

Menariknya, Purnama di bulan April ini memiliki nama lain yang disebut dengan Pink Moon. Mengapa demikian?

Selain Pink Moon, ada juga fenomena di mana planet Venus akan mencapai jarak terjauhnya dari Matahari.

Pada pertengahan April, akan ada hujan meteor tahunan yang berasal dari puing-puing komet Thatcher.

Melansir laman Time and Date (timeanddate.com), inilah fenomena astronomi yang akan terjadi pada bulan April 2026 lengkap dengan perkiraan waktunya.

Baca Juga: Pink Moon April 2026: Asal Usul Nama dan Waktu Kemunculannya di Indonesia

Pink Moon (2 April 2026)

Bulan purnama yang disebut Pink Moon sebenarnya tidak benar-benar membuat Bulan berubah menjadi warna pink atau merah muda.

Masih dari sumber yang sama, nama tersebut diperkirakan dari bunga phlox merah muda yang mekar di Amerika Utara sekitar waktu ini setiap tahunnya.

Bulan memang tidak akan berubah warna menjadi pink, tetapi ketika kemunculannya berada di cakrawala, ia akan terlihat berwarna kuning atau oranye karena cahayanya lebih banyak melewati atmosfer Bumi.

Baca Juga: Inilah Penjelasan Tentang Godzilla El Nino dan Dampaknya di Wilayah Indonesia

Merkurius pada Elongasi Barat Terbesar (3 April 2026)

Sehari setelah kemunculan bulan Purnama, planet terdekat dari Matahari ini akan mencapai titik terjauhnya dari pusat Tata Surya jika diamati dari Bumi.

Menurut Timeanddate, planet ini sulit diamati karena terletak di dekat Matahari. Namun, Merkurius dapat dilihat dengan mata telanjang sesaat sebelum Matahari terbit atau setelah terbenam.

Waktu terbaik untuk mengamati planet ini adalah sekitar seminggu sebelum elongasi terbesarnya.

Hujan Meteor Lyrid (22-23 April 2026)

Tahukah Anda kalau meteor Lyrid merupakan salah satu meteor tertua yang tercatat aktif.

Menurut beberapa teks sejarah Tiongkok, hujan meteor ini terlihat lebih dari 2.500 tahun yang lalu.

Penampakan hujan bola api di atas langit ini berasal dari puing-puing komet C/1861 G1 (Thatcher) yang puncaknya terjadi pada 22-23 April 2026.

Pengamat di Bumi bagian selatan dan utara dapat memantau hingga 18 hujan meteor per jam saat mencapai puncaknya.

Selain tiga fenomena yang telah disebutkan sebelumnya, pengamat langit juga bisa menantikan kemunculan Venus dan Jupiter.

Baca Juga: Fenomena Astronomi Akhir Maret: Bulan dan Jupiter akan Muncul Bersamaan

Pada 18 atau 19 April nanti Bulan Sabit yang sedang membesar akan bertemu dengan Venus di langit.

Disusul dengan Jupiter pada 22 April yang bertemu dengan Bulan saat memasuki fase Kuartal Pertama.

Mana fenomena astronomi yang Anda nantikan pada bulan April 2026 ini?

Tonton: CoreTax Sering Bermasalah, Purbaya Ungkap Dugaan Oknum Internal Mainkan Vendor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

×