kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.902   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.302   195,28   2,75%
  • KOMPAS100 1.013   35,14   3,59%
  • LQ45 746   24,04   3,33%
  • ISSI 258   9,10   3,66%
  • IDX30 407   13,79   3,51%
  • IDXHIDIV20 510   21,50   4,40%
  • IDX80 114   3,88   3,53%
  • IDXV30 138   3,76   2,79%
  • IDXQ30 133   5,61   4,40%
IPTEK /

Inilah Penjelasan Tentang Godzilla El Nino dan Dampaknya di Wilayah Indonesia


Rabu, 25 Maret 2026 / 16:19 WIB
Inilah Penjelasan Tentang Godzilla El Nino dan Dampaknya di Wilayah Indonesia
ILUSTRASI. Inilah Penjelasan Tentang Godzilla El Nino dan Dampaknya di Wilayah Indonesia

Sumber: BRIN | Editor: Arif Budianto

KONTAN.CO.ID - Godzilla El Nino: Inilah penjelasan, berapa lama, dan dampaknya di Indonesia.

Unggahan pada akun Instagram resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (@brin_indonesia) menjelaskan tentang fenomena El Nino yang terjadi di Indonesia.

Menariknya lagi, ini disebut sebagai Godzilla El Nino.

Berdasarkan unggahan tersebut, BRIN menjelaskan dari awal tentang El Nino. El Nino sendiri merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik Ekuator.

Baca Juga: Fenomena Astronomi Akhir Maret: Bulan dan Jupiter akan Muncul Bersamaan

Fenomena El Nino termasuk potensi variasi kuat (“Godzilla”), yang menyebabkan kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan kering.

Lebih lanjut, pembentukan awan dan hujan terkontsentrasi di atas Samudra Pasifik.

Sebaliknya, wilayah Indonesia mengalami minim awan dan hujan.

Sementara itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif di Samudra Hindia diindikasikan dengan perbandingan permukaan laut di dekat Sumatra dan Jawa, sehingga menyebabkan wilayah di Indonesia mengalami pengurangan hujan yang signifikan.

Baca Juga: Fenomena Ekuinoks Maret, Inilah Penjelasan yang Dapat Anda Ketahui

Masih dari unggahan yang sama, BRIN juga mengungkapkan daerah di Indonesia yang akan mengalami musim kemarau lebih dulu.

Kondisi dampak El Nino-IOD positif pada April-Juli 2026, data dari model prediksi musim yang dikembangkan oleh BRIN menunjukkan kemarau yang bersifat kering terjadi di sebagian besar Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur.

Sebaliknya, wilayah di Sulawesi dan Maluku, Halmahera, Maluku, sebagian besar masih akan mengalami curah hujan yang tinggi.

Bagaimana dengan dampak lingkungan El Nino dan IOD Positif pada lingkungan di wilayah Indonesia?

Baca Juga: Bulan Maret jadi Waktu Terbaik Kemunculan Aruroa, inilah Penjelasannya

Dampaknya tidak seragam di wilayah Indonesia. Hal ini pernah terjadi pada El Nino dan IOD Positif 2023 (Zehri et al., 2025).

Berikut ini mitigasi pemerintah sebaiknya mempertimbangkan:

  • Dampak kekeringan di selatan Indonesia yang dapat mengancam lumbung padi nasional khususnya di Pantura Jawa.
  • Dampak banjir di wilayah timur laut Indonesia karena curah hujan tinggi selama kemarau (Sulawesi, Halmahera, Maluku).
  • Dampak Karhutla di sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan, meskipun khususnya bagian utara kedua pulau ini tetap akan mengalami hujan tinggi.
  • Mengoptimalkan produksi garam untuk mencapai swasembada garam selama tahun 2026-2027 khusus di wilayah selatan Indonesia.

Tonton: Respons Gejolak Energi, Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

×